Logo

Nagari Lunang Selatan

Kabupaten Pesisir Selatan

Home

Profil Nagari

Infografis

Listing

IDM

Berita

Belanja

PPID

KERUPUK PUYUR DAN KERUPUK SELONDOH LUNANG BARAT: CITA RASA TRADISIONAL DARI SINGKONG, WARISAN KULINER KEBANGGAAN NAGARI

KERUPUK PUYUR DAN KERUPUK SELONDOK LUNANG BARAT: CITA RASA TRADISIONAL DARI SINGKONG, WARISAN KULINER KEBANGGAAN NAGARI

Invalid Date

Ditulis oleh Endro Suliyanto

Dilihat 20 kali

KERUPUK PUYUR DAN KERUPUK SELONDOH LUNANG BARAT: CITA RASA TRADISIONAL DARI SINGKONG, WARISAN KULINER KEBANGGAAN NAGARI

Dari umbi singkong yang tumbuh di tanah nagari, lahir dua camilan tradisional yang renyah dan menggugah selera. Kerupuk Puyur dan Kerupuk Selondok menjadi bagian dari kekayaan kuliner khas Lunang Barat, Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Di tengah beragamnya kuliner modern, Lunang Barat memiliki kekayaan pangan tradisional yang patut dibanggakan, yaitu Kerupuk Puyur dan Kerupuk Selondok. Keduanya merupakan olahan berbahan dasar singkong yang diwariskan melalui keterampilan mengolah hasil bumi menjadi makanan bercita rasa khas.

Kuliner ini bukan sekadar camilan untuk menemani waktu santai, melainkan juga cerminan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi pertanian lokal. Salah satu pengrajin yang turut mempertahankan dan mengembangkan produksi kerupuk tradisional ini adalah Dedi Purnomo.

Dari Singkong Menjadi Kuliner Khas Lunang Barat


Singkong telah lama dikenal sebagai salah satu bahan pangan yang dekat dengan kehidupan masyarakat pedesaan. Selain mudah diolah, singkong dapat dijadikan berbagai makanan tradisional yang memiliki nilai ekonomi.

Dari bahan sederhana inilah masyarakat Lunang Barat mengembangkan kerupuk puyur dan kerupuk selondoh. Keterampilan mengolah singkong menjadi kerupuk merupakan bagian dari kekayaan pengetahuan kuliner masyarakat yang layak dijaga dan diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

Keunikan kedua kerupuk ini terletak pada karakter olahan, bentuk, tekstur, dan cara penyajiannya yang menjadi identitas tersendiri dalam khazanah kuliner lokal Lunang Barat.

Proses Pembuatan: Ketelatenan di Balik Renyahnya Kerupuk

Secara umum, pembuatan kerupuk berbahan singkong membutuhkan ketelatenan dan beberapa tahapan penting.

Secara umum, pembuatan kerupuk berbahan singkong membutuhkan ketelatenan dan beberapa tahapan penting.

1. Pemilihan dan pengolahan singkong

Singkong segar dipilih, kemudian dikupas, dicuci bersih, dan diparut atau dihaluskan.

2. Pengeringan/proses pengepresan parutan singkong

Singkong yang telah diparut/dihaluskan dibuang airnya hingga menjadi tepung singkong kering dengan cara dipres

3. Pengukusan

Tepung singkong lalu dikukus menggunakan metode pengukusan tradisional

4. Penggilingan adonan

Pada teknik kerupuk singkong tertentu, adonan dikukus terlebih dahulu, kemudian digiling agar menjadi adonan kerupuk yang berbentuk bulat memanjang, atau disebut lontongan

5. Pengirisan

Setelah lontongan didiamkan beberapa waktu hingga teksturnya sedikit mengeras kemudian diiris tipis yang nantinya jadi kerupuk

  6. Pengeringan kerupuk/penjemuran

Lontongan yang sudah diiris tipis kemudian dijemur menggunakan panas matahari

  7. Pencampuran bumbu

Kerupuk yang sudah kering kemudian dicampur dengan racikan bumbu yang sudah direbus hingga meresap

  8. Pengeringan akhir

Di tahap ini adalah tahap akhir dari kerupuk mentah yang siap di pasarkan setelah dijemur sampai kering dan dikemas rapi

  9. Penggorengan dan pengemasan

Untuk kerupuk yang dipasarkan matang akan melewati proses penggorengan dan pengemasan terlebih dahulu.

Dedi Purnomo, Menjaga Cita Rasa Lokal

Melalui produksi Kerupuk Puyur dan Kerupuk Selondok, Dedi Purnomo turut menghadirkan potensi singkong menjadi produk pangan bernilai ekonomi.

Usaha ini memperlihatkan bahwa kekayaan suatu nagari tidak selalu berasal dari sesuatu yang mewah. Bahan pangan sederhana yang diolah dengan keterampilan dan ketekunan justru dapat menjadi produk unggulan yang memiliki daya tarik tersendiri.

Keberadaan kerupuk khas Lunang Barat juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif, memperkuat identitas kuliner daerah, serta memperkenalkan hasil olahan masyarakat kepada pasar yang lebih luas.

Singkong Lokal, Kebanggaan Kuliner Nagari

Kerupuk Puyur dan Kerupuk Selondok merupakan gambaran sederhana tentang bagaimana tradisi kuliner mampu menyatukan potensi alam, keterampilan masyarakat, dan peluang ekonomi.

Sudah selayaknya produk khas seperti ini terus diperkenalkan, dikembangkan, dan diwariskan agar tidak hilang ditelan perubahan zaman.

Sebab, setiap gigitan bukan hanya menghadirkan rasa gurih dan renyah, tetapi juga membawa cerita tentang kreativitas dan kearifan masyarakat Lunang Barat.

Kerupuk Puyur dan Kerupuk Selondok — Dari Singkong Lokal, Tumbuh Rasa, Terjaga Tradisi, Terangkat Ekonomi Nagari.

Produksi: Dedi Purnomo, Lunang Barat, Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. 


Editor: Mas Endro 

#PPID_NagariLunangSelatan

#KerupukPuyurSelondok

 

Bagikan:

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Logo

Nagari Lunang Selatan

Kecamatan Lunang

Kabupaten Pesisir Selatan

Provinsi Sumatera Barat

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia