Logo

Nagari Lunang Selatan

Kabupaten Pesisir Selatan

Home

Profil Nagari

Infografis

Listing

IDM

Berita

Belanja

PPID

MUSHAF AL-QUR’AN KUNO MUSEUM MANDE RUBIAH LUNANG: JEJAK PERADABAN ISLAM DAN KEINDAHAN SENI ILUMINASI MINANGKABAU

MUSHAF AL-QUR’AN KUNO MUSEUM MANDE RUBIAH LUNANG: JEJAK PERADABAN ISLAM DAN KEINDAHAN SENI ILUMINASI MINANGKABAU

Invalid Date

Ditulis oleh Endro Suliyanto

Dilihat 4 kali

MUSHAF AL-QUR’AN KUNO MUSEUM MANDE RUBIAH LUNANG: JEJAK PERADABAN ISLAM DAN KEINDAHAN SENI ILUMINASI MINANGKABAU


Warisan keislaman berusia ratusan tahun yang menyimpan jejak penyebaran Islam, tradisi penulisan Al-Qur’an, dan keindahan seni budaya masyarakat Minangkabau di Lunang, Pesisir Selatan.

Di Nagari Lunang, Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, tersimpan sebuah peninggalan sejarah yang memiliki nilai keagamaan dan kebudayaan tinggi, yaitu mushaf Al-Qur’an kuno koleksi Rumah Gadang Mande Rubiah.

Naskah tersebut bukan sekadar kitab suci yang ditulis pada masa lampau. Ia merupakan saksi perjalanan tradisi Islam, perkembangan seni kaligrafi, serta keterampilan para penyalin Al-Qur’an di Nusantara.

Berdasarkan dokumentasi manuskrip yang dihimpun oleh DREAMSEA (Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia) bersama Hill Museum & Manuscript Library (HMML), koleksi Rumah Gadang Mande Rubiah tercatat memiliki sejumlah manuskrip Al-Qur’an yang telah didokumentasikan secara digital.

Salah satu mushaf yang tercatat merupakan naskah Al-Qur’an lengkap, terdiri atas 444 halaman, menggunakan tulisan Arab, dan memiliki hiasan iluminasi pada beberapa bagian penting.

Manuscript Details+1

1. Mushaf Al-Qur’an dengan Keindahan Iluminasi

Foto yang ditampilkan memperlihatkan halaman mushaf dengan hiasan dekoratif yang mengelilingi teks Al-Qur’an. Pada bagian tengah terlihat tulisan Arab yang merupakan Surah Al-Fatihah, sedangkan bagian atas memuat kepala surah.

Keindahan halaman tersebut terletak pada perpaduan kaligrafi Arab dengan ornamen geometris dan sulur-suluran yang dihiasi warna merah, jingga, kuning keemasan, serta warna-warna alami lainnya.

Dalam kajian pernaskahan, seni hias seperti ini dikenal dengan istilah iluminasi, yaitu seni menghias halaman manuskrip untuk memperindah tampilan sekaligus memberikan penanda visual terhadap bagian penting dalam naskah.

Iluminasi mushaf Nusantara memiliki karakter yang beragam sesuai lingkungan budaya tempat mushaf tersebut ditulis. Pada koleksi Rumah Gadang Mande Rubiah, katalog DREAMSEA mencatat adanya mushaf dengan iluminasi bergaya Minangkabau, khususnya pada bagian Surah Al-Fatihah dan Al-Baqarah.

Dengan demikian, hiasan pada mushaf tidak hanya menunjukkan keterampilan seni para penyalin, tetapi juga memperlihatkan pertemuan antara tradisi keislaman dan identitas budaya lokal.

Manuscript Details+1

2. Identitas dan Kondisi Fisik Mushaf

Berdasarkan katalog DREAMSEA, terdapat beberapa mushaf Al-Qur’an yang tersimpan di Rumah Gadang Mande Rubiah. Dua catatan katalog memperlihatkan karakteristik yang menarik:

  • Mushaf DS 0117 00002: terdiri atas 444 halaman, menggunakan kertas Eropa, memiliki sampul dan jilidan, serta dilengkapi iluminasi pada Surah Al-Fatihah, Al-Baqarah, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas. Nama penyalinnya tidak diketahui.
  • Mushaf DS 0117 00007: terdiri atas 566 halaman, memiliki iluminasi bergaya Minangkabau pada Surah Al-Fatihah dan Al-Baqarah. Kondisinya tercatat kurang baik dalam dokumentasi katalog.

Kedua catatan tersebut menunjukkan bahwa koleksi mushaf Mande Rubiah memiliki keragaman bentuk, ukuran, dan karakter seni penulisan.

Perlu diperhatikan bahwa angka usia sekitar 200 tahun yang dikenal secara lokal belum dapat dipastikan sebagai umur tepat mushaf dalam foto ini. Katalog kedua mushaf tersebut tidak mencantumkan tahun penyalinannya. Penentuan usia membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kertas, tanda air (watermark), bentuk tulisan, tinta, dan kemungkinan kolofon atau catatan akhir penyalinan.

3. Tradisi Penulisan Al-Qur’an di Minangkabau

Keberadaan mushaf kuno Mande Rubiah tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan Islam di Minangkabau.

Pada masa lalu, surau memiliki peranan penting sebagai pusat pendidikan agama Islam. Di tempat-tempat inilah masyarakat belajar membaca Al-Qur’an, memahami ilmu agama, serta mengembangkan tradisi keilmuan Islam.

Penyalinan mushaf dengan tangan merupakan salah satu bagian penting dari tradisi intelektual tersebut. Para penyalin membutuhkan kemampuan membaca dan menulis huruf Arab, ketelitian menjaga susunan ayat, serta keterampilan membuat hiasan halaman.

Penelitian Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kementerian Agama menjelaskan bahwa mushaf kuno Nusantara merupakan sumber penting untuk memahami sejarah penulisan Al-Qur’an, penggunaan kertas dan tinta, perkembangan kaligrafi, serta keragaman seni iluminasi di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam konteks Minangkabau, tradisi tersebut memperlihatkan bagaimana Islam berkembang berdampingan dengan identitas budaya masyarakat setempat.

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an+2

4. Makna Warisan Mushaf Kuno Mande Rubiah

Keberadaan mushaf Al-Qur’an kuno di Rumah Gadang Mande Rubiah memiliki setidaknya tiga nilai penting.

Nilai keagamaan. Mushaf ini menjadi bukti perjalanan tradisi membaca, mempelajari, dan menyalin Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat Islam masa lampau.

Nilai sejarah dan pendidikan. Naskah ini merupakan sumber pengetahuan untuk menelusuri perkembangan literasi keagamaan dan tradisi intelektual masyarakat Minangkabau.

Nilai seni dan kebudayaan. Iluminasi yang menghiasi halaman mushaf menunjukkan perpaduan antara seni Islam dan kreativitas lokal. Ornamen yang indah menjadi bukti bahwa masyarakat masa lalu tidak hanya memiliki tradisi keagamaan yang kuat, tetapi juga kemampuan seni yang tinggi.

5. Upaya Pelestarian dan Digitalisasi

Salah satu perkembangan penting dalam pelestarian koleksi manuskrip Mande Rubiah adalah keterlibatan DREAMSEA dan Hill Museum & Manuscript Library (HMML).

Berdasarkan dokumentasi resmi HMML, sebanyak 18 manuskrip dari Rumah Gadang Mande Rubiah telah didokumentasikan dalam bentuk digital melalui program pelestarian yang tercatat pada 2022.

Dokumentasi tersebut menjadi langkah penting agar informasi dan isi manuskrip dapat dipelajari oleh peneliti, akademisi, serta generasi mendatang tanpa harus selalu menangani naskah aslinya.

hmml.org

Penutup: Cahaya Ilmu dari Tanah Lunang

Mushaf Al-Qur’an kuno Museum Mande Rubiah bukan sekadar peninggalan yang menyimpan tulisan Arab di atas lembaran kertas tua. Ia adalah saksi perjalanan ilmu, dakwah, seni, dan peradaban Islam yang pernah tumbuh di tanah Minangkabau.

Melalui kaligrafi dan iluminasi yang menghiasi halamannya, kita dapat melihat betapa tingginya penghormatan masyarakat terdahulu terhadap Al-Qur’an. Mereka tidak hanya menjaga isi dan membacanya, tetapi juga mencurahkan keterampilan serta keindahan seni dalam penyalinannya.

Keberadaannya di Lunang merupakan kebanggaan yang patut dijaga bersama. Penelitian, dokumentasi, digitalisasi, dan pengenalan kepada generasi muda perlu terus dilakukan agar warisan berharga ini tidak hanya menjadi cerita masa lalu.

Dari lembaran mushaf yang telah berusia ratusan tahun, kita belajar bahwa ilmu, iman, dan kebudayaan adalah warisan yang harus terus diteruskan.

Mushaf Al-Qur’an Kuno Rumah Gadang Mande Rubiah – Lunang, Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

 

Referensi ilmiah dan dokumentasi

Untuk memperkuat artikel ini, berikut sumber yang paling relevan dan dapat dijadikan rujukan:

1. DREAMSEA – Manuscript DS 0117 00002. Katalog mushaf Al-Qur’an 444 halaman koleksi Rumah Gadang Mande Rubiah.
Lihat katalog manuskrip.

2. DREAMSEA – Manuscript DS 0117 00007. Katalog mushaf dengan iluminasi bergaya Minangkabau.
Lihat katalog mushaf Minangkabau.

3. Hill Museum & Manuscript Library (HMML). Dokumentasi 18 manuskrip koleksi Rumah Gadang Mande Rubiah.
Lihat dokumentasi resmi HMML.

4. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kementerian Agama. Penelitian Mushaf Kuno Nusantara.
Baca kajian mushaf kuno.

5. Abdul Hakim (2018). Metode Kajian Rasm, Qiraat, Wakaf dan Dabt pada Mushaf Kuno. Jurnal SUHUF.
Baca penelitian akademik.

 

Bagikan:

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Logo

Nagari Lunang Selatan

Kecamatan Lunang

Kabupaten Pesisir Selatan

Provinsi Sumatera Barat

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia